Doa Berlindung dari Amal yang tidak Diterima dan Doa yang Tak Didengar

اللهم انى أعوذبك من علم لاينفع، وقلب لا يخشع ، و عمل لا يرفع، و دعا ء لا يسمع

Allahumma inni a’uudzubika min ‘ilmin laa yanfa’ , wa qalbin laa yakhsya’ , wa ‘amalin laa yurfa’, wa du’aa-i laa yusma’

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tak bermanfaat, dan hati yang tidak khusyuk, dan amal yang tidak diterima, dan doa yang tak didengar

Kita mohon lindungan Allah dari 4 hal itu.

  1. Ilmu yang tak bermanfaat

Berapa banyak orang yang memiliki ilmu, tetapi Ilmu itu tidak mendekatkan dirinya kepada Allah. Justru dengan ilmunya ia makin jauh sama Allah. Dengan Ilmunya ia menjadi sombong, menolak kebenaran dari orang yang dianggapnya bodoh. Bahkan justru menyesatkan orang2 bodoh. Naudzubillah min dzalik.

Termasuk orang yang ilmunya tidak bermanfaat adalah orang berilmu yang tidak beramar makruf nahi mungkar. Tidak mampu mencegah kemungkaran pada lingkungannya. Tidak mampu menjaga saudaranya dari berbuat dosa. Naudzubillah min dzalika.

  1. Hati yang tidak khusyuk. 

Hati yang tidak takut terhadap Allah. Hati yang tak cemas terhadap masa depannya dipengadilan Allah. Dengan amal yang seujung kuku dan dosa sepenuh lautan, ia masih bisa tertawa tanpa khawatir dan kurang beristighfar.

Akibatnya shalatnya tidak sepenuhnya merasakan kehadiran Allah. Hatinya kosong kecuali oleh urusan dunia. Bukan tidak berusaha khusyu. Tapi ia tidak mampu mengusir lintasan dunia dalam shalatnya. Karena lintasan dunia dalam shalat ibarat lalat. Ia tidak akan pergi kecuali lantainya telah bersih.

Maka kunci lintasan dunia itu pergi dari shalat kita adalah kebersihan hati.

Kita mohon pertolongan kepada Allah agar diberikan ke khusyukan hati.

3. Amal yang tidak diterima

Yang ke 3 kita berlindung kepada Allah dari Amal yang tidak diterima.

Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak diterimanya amal ibadah

  1. Niat yang tidak ikhlash(Syirik). 

Keikhlashan adalah syarat mutlak dari diterimanya Ibadah. Allah adalah Yang Sebesar-besarnya Cemburu. Maka syirik adalah sebesar-besarnya dosa. Amal yang tidak disertai dengan keikhlasan bagaikan membangun Istana diatas pasir.

Disebutkan dalam hadits Qudsy

Malaikat pencatat amal selanjutnya membawa amal shalat, puasa, infaq, jihad dan wara’. Amal-amal itu bergema bagai lebah dan bercahaya bagai mentari serta diiringi oleh 3000 malaikat. Sesampainya dilangit ketujuh, malaikat penjaganya berkata, “Berhenti! Lemparkan amal ini ke wajah pemiliknya! Kuncilah dihatinya! Aku menghadang setiap amal yang tidak dipersembahkan untuk Allah. Ia beramal untuk mendapatkan posisi diantara fuqaha, agar disebut dikalangan ulama dan terkenal seluruh pelosok negeri. Allah memerintahkanku untuk tidak membiarkan amalnya lewat. Setiap amal yang tidak ikhlash karena Allah adalah riya. Dan Allah tidak menerima amal orang yang riya.”

Setelah itu malaikat pencatat amal naik membawa amal shalat, zakat, umrah, akhlak baik dan dzikir. Malaikat penjaga langit ketujuh mengantarkannya naik melewati seluruh hijab. Mereka berdiri dihadapan Allah. Mereka menjadi saksi atas amal shaleh yang dilakukan hamba untuk Allah.

Allah berfirman: “Kalian memang pencatat amal hamba-Ku. Tetapi Aku yang mengawasi hatinya. Amalnya tidak ditujukan untuk-Ku tetapi untuk selain-Ku. Karena itu ia layak mendapat laknat-Ku dan laknat seluruh penduduk langit dan bumi.

Seluruh malaikat berkata: “untuknya laknat-Mu dan laknat kami semua.

Seluruh langitpun mengikuti: “untuknya laknat Allah dan laknat kami semua.”

Tujuh langit dan segala isinya turut melaknatnya.

2. Amal yang tidak berdasarkan Ilmu.

Dalam hal Ibadah Magdhah harus ada contohnya dari Rasul Allah.

Sedangkan dalam hal Ibadah ghairu Maghdhah harus ada contoh dari ahlinya. Misalkan Bengkel Motor, harus sesuai sama manual book yang dikeluarkan oleh pabrik motornya.

Yang ketiga, mengalirnya rizki haram dalam darah.

Selanjutnya dalam doa tersebut juga kita berlindung dari doa yang tidak didengar(bukan doa yang tak diijabah). Karena mungkin sekali doa tak diijabah. Karena mungkin akan diganti dengan yang lebih baik, atau ditunda pemenuhannya.

Sedangkan doa yang tak didengar adalah wujud ketidakpedulian Allah bagi hamba-Nya.

Hal ini menuru Ibrahim bin Adham rah ada 10 sebab

  1. Mungkin kita mengenal Allah, tapi tidak memenuhi hak Allah
  2. Mungkin kita membaca Al Quran, tapi tidak mengamalkan isinya
  3. Mungkin kita mengaku mencintai Rasul Allah, tapi tidak menjadikannya Uswah/Contoh
  4. Mungkin kita melaknat Iblis, tapi kita juga menaatinya
  5. Mungkin kita mengaku ingin surga, tapi tidak beramal untuk memperolehnya
  6. Mungkin kita takut dengan neraka, tapi tidak berhenti dari berbuat dosa
  7. Mungkin kita yakin bahwa kematian itu pasti, tapi tidak pernah mempersiapkan diri untuk menghadapinya
  8. Mungkin kita mengantar mayat ke dalam kubur, tapi tidak mengambil pelajaran darinya
  9. Mungkin kita memakan rizki dari Allah, tetapi tidak mensyukurinya
  10. Mungkin kita lupa kekurangan diri, dan justru sibuk dengan aib orang lain

18 tanggapan untuk “Doa Berlindung dari Amal yang tidak Diterima dan Doa yang Tak Didengar

  • November 27, 2018 pada 5:37 pm
    Permalink

    nice post mas, bermanfaat banget. makasih ya semoga bisa jadi amal sholeh hehe

    Balas
  • Desember 1, 2018 pada 1:46 pm
    Permalink

    semoga kita terhindar dari kesombongan. Semoga apa yang kita kerjakan berbuah pahala… amiin

    Balas
  • Desember 1, 2018 pada 9:26 pm
    Permalink

    Selalu bermanfaat postingannya, terima kasih pencerahannya mas..

    Balas
  • Desember 2, 2018 pada 1:35 pm
    Permalink

    nasihat dari Ibrahim bin Adham ini sangat bagis dan benar adanya.kita harus saling mengingatkan untuk kebaikan, termasuk untuk diri sendiri

    Balas
  • Desember 2, 2018 pada 7:49 pm
    Permalink

    Aamiin… Masyaa Allah.. Smg bs mengaplikasikannya dlm kehidupan sehari2

    Balas
  • Desember 2, 2018 pada 9:14 pm
    Permalink

    Terimakasih ulasannya kak. Sangat bermanfaat menambah ilmu mengenai amalan yang tidak diterima dan doa yang tidak didengar. harus waspada dan menghindar.

    Balas
  • Desember 2, 2018 pada 11:21 pm
    Permalink

    Semoga kita termasuk yang selalu bersungguh-sungguh dalam setiap doa

    Balas
  • Desember 3, 2018 pada 12:29 pm
    Permalink

    Saya perlu kembali lagi nih untuk membaca secara tartil, secara baik dan mendalam. Nggak bisa baca tulisan sebagus ini hanya untuk sekedar BW. Saya tandai lagi untuk dibaca besok-besok.

    Terima kasih atas ilmu yang disampaikan. Sangat berharga.

    Balas
  • Desember 3, 2018 pada 12:46 pm
    Permalink

    Artikel bagus
    Bisa jadi pengingat

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas