Modus dan Gerakan PKI Pra Gestapu

Selama ini terjadi pro dan kontra tentang isu kebangkitan PKI. Tentu saja PKI sebagai sebuah partai politik tidak akan bangkit karena telah dibubarkan pemerintah. Namun perintah Panglima TNI Gatot Nurmantyo tahun lalu untuk mengadakan nobar film G 30 S patut juga dicermati. Bantahan lain yang menyebutkan komunisme tidak akan bangkit adalah karena disebabkannya runtuhnya Sovyet. Sehingga dunia sekarang dikuasai mutlak oleh kapitalis barat dan moncong senjata Amerika diarahkan kepada gerakan ‘terorisme’.

Tulisan ini hanyalah sebuah paparan kesejarahan yang merekam modus-modus yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia sebelum terjadinya peristiwa Lubang Buaya.

Berikut adalah modus-modus yang dilakukan oleh PKI di masyarakat sebelum 30 September 1965.

  1. Penyerbuan Masjid

Pada tahun 1962  terjadi penyerbuan terhadap Masjid Sunan Ampel Surabaya. Pada saat itu Pemuda Rakyat dan Gerwani menyerbu Masjid sambal bernyanyi-nyanyi dan menari-nari bahkan rencananya Masjid tersebut akan dijadikan markas Gerwani. Tentu saja hal ini mendapatkan perlawanan dari masyarakat terutama GP Anshor. Gerakan ini berhasil diringkus dan digelandang ke meja Hijau

  1. Pelecehan terhadap Allah SWT

Pada bulan Januari 1965, digelar pertunjukan ludruk oleh Lekra-PKI yang berjudul Gusti Allah Dadi Manten. Pementasan ini langsung digerebek oleh Banser dan para-pemainnya babak belur dihajar Banser.

Pagelaran ini tidak hanya dilakukan sekali itu saja. Tetapi di berbagai tempat dan waktu yang bervariasi. Di Kecamatan Kampak Trenggalek juga diadakan pertunjukan serupa dengan lakon Rabine Gusti Allah. Sementara di Mojo Kediri diselenggarakan pertunjukan ketoprak dengan tajuk Gusti Allah Mantu. Lakon ini juga dipentaskan di Papar. Sedangkan di Pati diselenggarakan Lakon Gusti Allah Bingung.

  1. Pelecehan terhadap para Kyai dan Da’i

Ini adalah salah satu cara menjauhkan manusia dari agama yang paling ampuh. Ialah dengan menjauhkannya dari para Kyai dan Ustadz. Lakon Kyai Bahrum yang digelar oleh Lekra menceritakan seorang Kyai persantren yang pemabak dan suka berjudi juga licik sehingga kerap membuat keributan.

Di Malang, seorang ketua PWI Malang yang juga anggota PKI menyebutkan bahwa para Kyai adalah Feodal Bojuis sehingga harus dimusuhi.

Catatan pembunuhan terhadap Kyai juga tidak sedikit.

  1. Mengganggu Orang Beribadah

Di Kampak Trenggalek, Lekra juga mengadakan tayuban di halaman masjid pada hari Jum’at. Sehingga masyarakat  mencari masjid lain untuk shalat Jum’at.

Sedangkan di Pogalan, mereka menyelenggarakan tayub selama dua hari dua malam sehingga mengganggu jalannya shalat lima waktu.

  1. Persekusi terhadap Kelompok Lain

Pada tanggal 13 Januari 1965, PKI menyerbu pusat latihan Pelajar Islam Indonesia di Kanigoro. Mereka dengan berani menginjak-injak Al Quran dan buku-buku agama lainnya. Kyai Jauhari dan Kyai Said Koenan sang pengasuh pondok dianiaya. Sedangkan para pengurus PII digelandang ke kantor polisi dengan tuduhan sebagai organisasi terlarang dan melakukan persekutuan makar karena mengadakan training tersebut.

Mengetahui hal ini, Banser Kediri mengerahkan 8 truk anggotanya untuk meyerbu dan menggerebek rumah para pimpinan PKI serta menangkap pelaku penyerbuan training PII tersebut. Para pelaku itu kemudian diserahkan ke Kantor Polisi.

Selain itu, di Jakarta PKI juga membujuk Bung Karno untuk membubarkan HMI dan SBII (Serikat Buruh Islam Indonesia). Dalam hal ini KH Saifunddin Zuhri (ayahanda dari Pak Lukman Hakim Saifuddin) membela mati-matian HMI. Bahkan mengancam Bung Karno, kalau sampai HMI dibubarkan, beliau akan mengundurkan diri sebagai menteri Agama.

Itulah sekelumit modus gerakan yang dilakukan PKI maupun organisasi underbouw-nya sebelum peristiwa 30 September 1965. Tak peduli apakah isu kebangkitan PKI itu hoax atau bukan, tentu paparan sejarah ini adalah sebuah pelajaran. Seperti apa yang dikatakan oleh Bung Karno: “Jangan melupakan sejarah.”

Tentu bentuk kewaspadaan kita sebagai rakyat Indonesia adalah dengan tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan demi keutuhan negara tercinta.

9 tanggapan untuk “Modus dan Gerakan PKI Pra Gestapu

  • September 24, 2018 pada 10:39 pm
    Permalink

    Ngeri kalau itu sampai terjadi lagi.. Semoga Indonesia aman.. Ndak kejadian yang ngeri2 spt itu.

    Balas
  • September 25, 2018 pada 12:12 am
    Permalink

    Ketika nilai-nilai bangsa mulai dilecehkan, maka di situlah mulai runtuhnya bangsa. Ku sedih lihatnya kondisi saat ini, para ulama, kyai, tempat ibadah org muslim, mulai diganggu..

    Balas
  • September 25, 2018 pada 3:16 am
    Permalink

    Baru tahu banget dari poatingan ini peristiwa-peristiwa di atas. Tidak terbayangkan betapa susahnya dahulu orang tua kita mempraktekkan ajaran agama Islam secara dirongrong oleh PKI seperti ini.

    Balas
  • September 27, 2018 pada 2:02 am
    Permalink

    Serem ya Kak … semoga PKI nggak bangkit lagi. Kalau perlu tenggelamkan

    Balas
  • September 27, 2018 pada 4:46 am
    Permalink

    Serem banget ya pastinya di masa itu. Semoga aja bangsa kita terhindar dari kejadian seperti itu lagi

    Balas
  • September 27, 2018 pada 5:09 am
    Permalink

    Bahasan yang berat. Bulan september ini jadi ingat PKI juga. Moga ga terulang lagi

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas