Nuklir! Amankah?

Ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, peristiwa Chernobyl dan Fukushima Daichi memicu trauma masyarakat terhadap teknologi nuklir. Terlebih lagi kenyataan bahwa teknologi nuklir yang terbilang baru dalam dunia sains sendiri. Setelah berkembangnya teori atom oleh Niels Bohr dan para ilmuwan awal abad XX. Hal ini menyebabkan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak begitu mengenal teknologi nuklir.

Source Bapeten

Dampak dari semuanya itu adalah penolakan masyarakat terhadap perkembangan teknologi nuklir. Tidak hanya masyarakat awam yang menolak teknologi yang terbilang baru ini, bahkan sebuah LSM Internasioal kerap mengkampanyekan penolakan pemanfaatan energi nuklir.

Apa itu Nuklir

Lalu sebenarnya apakah nuklir itu? Apakah teknologi nuklir merupakan teknologi yang aman?

Nuklir berasal dari kata nukleon yang berarti inti. Tentu ini merujuk kepada inti atom. Di mana dalam inti atom tersebut terdiri atas neutron dan proton. Antara proton dan neutron ‘terikat’ oleh energi yang disebut energi ikat. Pada proses pemecahan atau penggabungan inti atom, akan menghasilkan selisih massa antara atom awal reaksi dengan massa atom hasil reaksi. Inilah yang disebut sebagai defect massa.

Nah massa yang hilang inilah yang berubah menjadi energi dengan rumus E=mc^2 yang terkenal itu.

Jadi nuklir adalah usaha apapun yang memaksa proton dan neutron terpisah atau tergabung. Sedangkan energi nuklir itu adalah kuantitas energi yang dihasilkan dari terpisah atau tergabungnya neutron dan proton. Atau bisa juga terjadi dari peluruhan radioaktif.

Energi nuklir sesungguhnya bisa kita temukan di alam semesta ini.

Salah satunya adalah pada matahari. Di matahari terjadi reaksi nuklir yaitu reaksi fusi antara deuterium dengan Tritium yang akan menghasilkan Helium, neuton dan energi sebesar 17,6 MeV.

^2_1H+^3_1H \rightarrow ^4_2He+^1_0n+17,6 \: MeV

Energi yang dihasilkan dari reaksi nuklir di Matahari inilah yang digunakan sebagai sumber energi utama di Bumi.

Bumi menerima panas yang pas dari matahari untuk mempertahankan wujud cair dari air. Termasuk juga menyebabkan terjadinya siklus air di planet kita tercinta ini. Tentu kita semua paham bahwa air adalah sumber kehidupan.

Energi matahari adalah energi nuklir yang menopang kehidupan di muka bumi (dok. pribadi)

Hal lain yang bermanfaat dari reaksi nuklir matahari ini adalah terjadinya proses fotosintesis. Dimana proses fotosintesis ini  berguna untuk mengubah gas CO_2 menjadi gas O_2 yang digunakan secara gratis oleh manusia dalam bernafas. Sedangkan tumbuhan yang hidup bermanfaat untuk sumber pangan dan penjaga kesetimbangan ekosistem. Sementara energi yang mengendap pada fosil-fosil tumbuhan yang sudah mati, dalam waktu yang cukup lama akan menjadi minyak bumi sebagai sumber energi bagi manusia.

Tentu dengan besarnya manfaat yang diperoleh dari energi nuklir ini mendorong manusia untuk membuatnya.

Sampai sekarang ternyata pemanfaatan energi nuklir telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai macam bidang. Berikut adalah contoh-contoh pemanfaatan nuklir dalam kemaslahatan masyarakan.

Dalam Bidang Pangan.

Aplikasi teknik nuklir dalam bidang pangan salah satunya adalah dalam hal pemuliaan tanaman. Kalau anda pernah memakan beras seperti IR64 (Irradiasi 64) atau IR36 (Irradiasi 36) misalkan, itu adalah hasil dari Iradiasi yang menggunakan teknik nuklir. Dengan menggunakan teknik nuklir, kita dapat melakukan rekayasa genetika tanaman yang menghasilkan varietas unggul baru. Misalkan dari sisi produktifitas, umur genjah, kualitas beras yang semakin bagus, serta tanaman yang tahan terhadap hama semacam wereng sekaligus aman dikonsumsi oleh manusia.

Selain itu, teknologi nuklir juga dapat digunakan dalam pengendalian hama tanaman. Salah satu teknik pengendalian hama tanaman adalah apa yang disebut TSM (Teknik Serangga Mandul). Caranya adalah dengan meradiasi lalat jantan agar mandul lalu disebar dengan jumlah 9 kali lebih banyak dari lalat betina. Hasil perkawinan antara lalat mandul ini akan mengakibatkan turunnya populasi sehinggan kelamaan lalat buah tersebut akan punah. Teknik ini ramah terhadap lingkungan dan sangat efektif. Ia hanya membunuh hama tertentu tanpa mengganggu hewan lain.

Manfaat lain teknik nuklir dalam bidang pangan adalah untuk pengawetan makanan yang mudah busuk karena cuaca, serangga, bakteri juga mikroba. Teknik nuklir dengan cara irradiasi dalam hal pengawetan makanan memiliki kelebihan selain hemat energi, mudah dikontrol, ramah lingkungan juga tidak meninggalkan sisa radioaktif. Sudah barang tentu produk-produk makanan yang diawetkan dengan teknik nuklir ini aman untuk dikonsumsi. Hal lain, makanan hasil irradiasi juga dapat meningkatkan anti oksidan sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh orang yang membutuhkan immunitas tinggi seperti pasien kanker dan semacamnya.

Dalam Bidang Kesehatan

Banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa aplikasi teknologi nuklir dan dunia medik sudah tidak dapat dipisahkan.

Banyak alat-alat bantu diagnostik yang menggunakan teknologi nuklir. Seperti alat-alat pemindaian semacam: CT-Scan, Rontgen dan Mammografi. Tak hanya itu teknologi nuklir juga diterapkan dalam diagnosa yang menggunakan larutan injeksi. Larutan injeksi ini dimasukan kedalam tubuh pasien untuk mendiagnosa kondisi organ dalam pasien seperti aliran darah, paru-paru, jantung, ginjal dan lain-lain.

CT Scan (source wikipedia)

Teknologi nuklir juga digunakan untuk melakukan sterilisasi alat-alat kesehatan seperti: kasa, IUD, urine pot, kateter maupun baju bedah.

Dalam Bidang Industri

Dalam bidang Industri teknologi nuklir digunakan dengan yang dikenal dengan nama NDT (Non Destructive Testing)/UTR(Uji Tak Rusak).

NDT biasa digunakan untuk pipanisasi atau mencari kebocoran dalam pemipaan. Atau juga untuk mencari  kerusakan pada body pesawat udara.

Nuklir Perlu Diawasi

Merujuk kepada kasus Chernobyl dan Fukushima Daichi, jelas bahwa teknologi nuklir memiliki potensi resiko yang signifikan terhadap keselamatan kerja, masyarakat maupun lingkungan sekitarnya.

Karena itu menurut undang-undang no 10/1997 menyebutkan bahwa ketenaganukliran itu menyangkut kehidupan dan keselamatan orang banyak, karena itu harus dikuasai oleh negara yang pemanfaatannya bagi pembangunan nasional ditujukan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Dan karena sifat tenaga nuklir selain dapat memberikan manfaat juga dapat menimbulkan bahaya radiasi, maka setiap pekerjaan yang berkaitan dengan tenaga nuklir harus diatur dan diawasi oleh pemerintah.

Lalu berdasarkan pasal 4 undang-undang tersebut dibentuklah sebuah lembaga yang dikenal dengan nama Badan Pengawas Tenaga Nuklir atau biasa disebut BAPETEN.

BAPETEN merupakan sebuah Badan Pengawas yang berada di bawah dan bertanggung-jawab langsung kepada Presiden yang bertugas melaksanakan pengawasan terhadap segala kegiatan tenaga nuklir. Tentu pengawasan yang dimaksud bukan seperti mandor, melainkan BAPETEN melakukan penyelengaraan peraturan, perizinan dan inspeksi.

Kerenanya setiap kegiatan yang berkaitan dengan ketenaganukliran, WAJIB memiliki izin dari BAPETEN. Tak hanya kegiatannya, akan tetapi termasuk operator yang menjalankan kegiatan tersebut wajib memiliki lisensi yang dikeluarkan oleh BAPETEN. Termasuk juga terhadap Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).

Secara detail fungsi pengawasan yang dilakukan oleh BAPETEN bertujuan

  • Menjamin kesejahteraan, keamanan, dan ketenteraman masyarakat;
  • Menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja, dan anggota masyarakat serta perlindungan terhadap lingkungan hidup;
  • Memelihara tertib hukum dalam pelaksanaan pemanfaatan tenaga nuklir;
  • Meningkatkan kesadaran hukum pengguna tenaga nuklir untuk menimbulkan budaya keselamatan di bidang nuklir;
  • Mencegah terjadinya perubahan tujuan pemanfaatan bahan nuklir; dan
  • Menjamin terpelihara dan ditingkatkannya disiplin petugas dalam pelaksanaan pemanfaatan tenaga nuklir.

Tentu ini bersesuaian dengan salah satu point Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi yaitu ‘menghadirkan lagi negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga negara.

Salah satu fungsi perizinan yang dilakukan BAPETEN adalah dengan memberikan lisensi bagi rumah sakit atau klinik yang menyelenggarakan pelayanan radiografi seperti CT-Scan, Rontgen atau Mammografi. Rumah Sakit atau klinik yang telah diobservasi kelayakannya akan memperoleh stiker tanda boleh atau tidaknya layanan radiografi tersebut dijalankan.

Stiker layak/tidaknya sebuah layanan radiografi (dok. pribadi)

Pada era yang semakin mengglobal ini, tugas BAPETEN tentu semakin berat. Karena potensi ancaman nuklir tidak hanya berasal dari dalam negeri saja. Tapi justru yang terbesar berasal dari luar negeri.

Ketika terjadi musibah Fukushima Daichi, BAPETEN melakukan pengukuran kadar radiasi nuklir di perbatasan utara negara tercinta. Hal ini untuk mengantisipasi seandainya radiasi nuklir dari fukushima bergerak ke arah Indonesia.

Indonesia dikepung reaktor nuklir dari utara (source. BAPETEN)

Sementara untuk mengawasi atau mencegah masuknya bahan nuklir, BAPETEN membangun Radiation Portal Monitor (RPM) di seluruh pelabuhan internasional, bandar udara internasional, dan pos lintas batas negara. Termasuk juga dipasang di Istana Kepresidenan.

Hasil pembacaan RPM tersebut dikirim melalui satelit ke Ruang Tanggap Darurat Nuklir Nasional  di BAPETEN. Data-data radiologi ini dimonitor di ruangan tersebut. Apabila terjadi perubahan data yang tidak biasa dari layar monitor, maka BAPETEN akan dengan segera melakukan koordinasi keselamatan dengan berbagai lembaga yang berwenang seperti BNPB, TNI/Polri, Kemenhan, BNPT, Kemenkes, BATAN, BMKG,  dan lain-lain. Dalam hal BAPETEN tidak mampu menanganinya maka data-data tersebut dikirim ke Vienna tempat dimana IAEA (International Atomic Energy Agency) berpusat.

Tugas BAPETEN selanjutnya adalah turut serta dalam melakukan pengamanan terhadap MPE atau Major Public Event.

MPE adalah adalah suatu kegiatan dalam level nasional atau internasional yang melibatkan sejumlah besar sumber daya dan memerlukan perencanaan serta implementasi Rencana Keamanan yang maksimal. MPE ini bisa berupa pertemuan tingkat tinggi para petinggi negara, konser musik atau pesta olahraga.

Tentu saja MPE ini harus dijaga dan dilindungi karena gangguan terhadap MPE akan berpengaruh besar terhadap situasi ekonomi dan politik dalam negeri.

Pada ASIAN GAMES yang baru lalu, BAPETEN terlibat dalam pengamanannya. Tempat-tempat yang mendapatkan proteksi dari BAPETEN antara lain Wisma Atlet Kemayoran, kawasan GBK termasuk Stadion Utamanya, Stadion Wibawa Mukti, Stadion Patriot, Pakansari, Jaka Baring, Jalak Harupat, termasuk saat Torch Relay. Pengamanan juga dilakukan di pusat-pusat keramaian yang dikunjungi atlet dan official peserta Asian Games.

Lelaki baju merah yang mengenakan ransel ini, adalah pegawai BAPETEN. Ransel yang dikenakan itu adalah Detektor Ransel yang berfungsi sebagai detektor radiasi. (source : BAPETEN)

Pada bulan Oktober ini, BAPETEN juga mengadakan pengaman terhadap Forum Pertemuan IMF – World Bank di Bali 8 – 14 Oktober 2018.

Tentu dengan kinerja BAPETEN yang professional dan pemahaman masyarakat yang memadai terhadap teknologi nuklir, akan semakin meningkatkan rasa aman masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi nuklir yang banyak bermanfaat untuk mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera.

7 tanggapan untuk “Nuklir! Amankah?

  • Oktober 1, 2018 pada 2:26 pm
    Permalink

    Oh begitu yaa.. kereeenn..

    Balas
  • Oktober 4, 2018 pada 5:45 am
    Permalink

    Aku ngeri ah dengarnya. Tapi baca bahasannya. Banyai juga manfaatnya si nuklir

    Balas
    • Oktober 4, 2018 pada 9:26 am
      Permalink

      Banyak manfaatnya. Tapi tetap wajib di awasi.

      Balas
  • Oktober 4, 2018 pada 6:21 am
    Permalink

    Aman banget, asalkan dimanage dengan baik… tetapi resiko tetap harus dipertimbangkan

    Balas
    • Oktober 4, 2018 pada 9:25 am
      Permalink

      Kan ada Bapeten, Om. Serahkan aja ahlinya yang mengawasi

      Balas
  • Oktober 4, 2018 pada 11:24 am
    Permalink

    Ternyata manfaatnya banyak ya terima kasih pencerahannya Mas

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas