Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Bismillah

Hari ini kita akan mulai membahas tentang Kitab 3 Prinsip Utama karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Kitab ini berisikan tentang dasar-dasar keislaman yang meliputi Mengenal Allah, Mengenal Rasul dan Mengenal Islam.

Allah, Rasul dan Islam inilah merupakan hal yang sangat penting. Karenanya Syaikh Muhhamad bin Abdul Wahhab menamai kitabnya dengan 3 Prinsip Utama (Ushul Tsalatsa)

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir pada tahun 1115 hijriyah bertepatan dengan tahun 1701 di kota ‘Uyainah termasuk dalam wilayah Najd.

Beliau memiliki gelar, Asy Syaikh Al Imam Al Mujaddid Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Barra bin Musyrif At Tamimy.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan ulama penegak tauhid, pemurni Islam dan musuh kaum khurafat.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bermahzab Hambali dan mendalami Islam dari ayahnya. Mujaddid yang telah hafal Al Quran pada umur 10 tahun ini, merupakan pengaggum Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan muridnya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah. Karenanya nanti, dalam karya-karyanya beliau banyak mengutip kedua Imam tersebut.

Kemudian Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab melanjutkan pelajarannya ke Makkah. Di kota ini Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menimba ilmu kepada Syaikh Abdullah bin Ibrahim bin Saif An Najdi dan Syaikh Muhammad Hayyah bin Ibrahim As-Sind. Selanjutnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab juga menimba ilmu sampai ke Basrah.

Setelah selasai mempelajari Islam dari berbagai Syaikh, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab kembali ke kampung halamannya untuk berdakwah. Akan tetapi di daerah Uyainah ini gerakan dakwahnya tidak dapat berkembang karena mendapat halangan dari orang-orang yang tidak senang terhadap dakwahnya. Karena itu, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berhijrah menuju daerah Dir’iyah dan mencoba mengembangkan dakwah tauhidnya di sana.

Di Dir’iyah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab singgah sebagai tamu dari Muhammad Suwailim Al Uraini. Dari sinilah kemudian Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkenalan dengan pemimpin Dir’iyah Muhammad ibnu Sa’ud.

Perkembangan selanjutnya adalah Muhammad ibnu Sa’ud berbaiat kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan melindungi dakwah beliau di Dir’iyah. Maka kemudian berkembanglah dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan dukungan penuh dari Muhammad ibnu Sa’ud yang kelak keturunannya akan mendirikan Kerajaan Saudi Arabia.

Adapun karya tulis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah antara lain: Al Ushul Tsalatsa (yang akan kita bicarakan), Kitab Tauhid, Ushulul Iman, Kasyfusy Syubhat, Tafsir Fatihah, Mukhtashar Fathul Barri, Mukhtashar Zaadul Maad, Masaail Jahiliyyah dan lain-lain.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab wafat di Dir’iyyah pada umur 71 tahun.

8 tanggapan untuk “Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

  • Januari 22, 2019 pada 2:56 pm
    Permalink

    Kitab ini menjadi sebuah bahasan kajian, dengan hal-hal yang wajib diketahui dalam perjalanan mencari ilmu.

    Balas
  • Januari 22, 2019 pada 8:24 pm
    Permalink

    Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab ini memang layak menjadi rujukan dalam mendalami
    ilmu tauhid.

    Balas
  • Januari 23, 2019 pada 3:27 am
    Permalink

    Weeww gelarnya panjang euy..mau dong diulas ttg pjuangan beliau..

    Balas
  • Januari 25, 2019 pada 6:36 am
    Permalink

    Masya Allah keren banget ya usia 10 tahun menghapal Al Qur’an dan karyanya ditulis pada usia muda..

    Balas
  • Januari 25, 2019 pada 9:27 am
    Permalink

    Ulama-ulama terdahulu memang kokoh ilmu dan muatan isi kepalanya

    Balas
  • Januari 26, 2019 pada 10:46 am
    Permalink

    Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab memang salah satu ulama yang luar biasa. Karya beliau masih abadi hingga kini.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas