Ternyata Empat Sehat Lima Sempurna Sudah Tidak Berlaku Lagi

Slogan Empat Sehat Lima Sempurna diperkenalkan pertama kali mulai tahun 1952 oleh Bapak Gizi Indonesia Prof. Poorwo Soedarmo. Konsep Empat Sehat Lima Sempurna ini mengacu pada konsep Basic Four yang diperkenalkan pada dekade 40-an di Amerika. Konsep Empat Sehat Lima Sempurna adalah menu makanan yang terdiri atas : makanan pokok, lauk-pauk, sayur mayur dan buah-buahan  serta disempurnakan dengan minum susu.

Akan tetapi sekarang slogan Empat Sehat Lima Sempurna sudah tidak sesuai dengan perkembangan Ilmu dan permasalahan gizi mutaakhir.

Menurut hasil penelitian Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2010 menyatakan gambaran sebagai berikut:

  1. Konsumsi sayuran dan buah- buahan pada usia di atas 10 tahun masih rendah. Yaitu masing-masing 36,7% dan 37,9 %
  2. Kualitas protein yang dikonsumsi rata-rata perorang perhari masih rendah karena sebagian besar berasal dari protein nabati seperti kacang-kacangan
  3. Konsumsi makanan dan minuman berkadar gula tinggi, garam tinggi dan lemak tinggi, masih cukup tinggi
  4. Konsumsi cairan pada remaja masih rendah
  5. Cakupan pemberian ASI Eksklusi pada bayi di bawah 6 bulan terbilang masih rendah yaitu 61,5 %

Pada tahun 1992 telah diadakan Konferensi Pangan Sedunia yang diadakan di Roma.  Konferensi tersebut telah menghasilan kesepakatan tentang Nutrition Guide for Balanced Diet yang diharapkan akan mampu menuntaskan beban ganda tentang gizi. Entah itu masalah kekurangan gizi atau masalah kelebihan gizi.

Di Indonesia kesepakatan tersebut dikenal sebutan Pedoman Gizi Seimbang.

Apakah itu Gizi Seimbang?

Gizi Seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktifitas fisik, prilaku hidup bersih dan mempertahankan badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Pada prinsipnya Gizi Seimbang memiliki 4 Pilar.

Pilar-pilar tesebut adalah

  1. Mengkonsumsi makanan yang beragam.

Hal ini perlu dilakukan karena tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi kecuali ASI. Sebagai contoh: Nasi yang merupakan panganan yang mengandung karbohidrat yang tinggi, ternyata miskin vitamin dan mineral. Sementara sayur-sayuran mengandung banyak serat dan vitamin tetapi justru miskin protein dan kalori.

Selain itu prinsip keanekaragaman konsumsi makanan ini bukan hanya beragam jenisnya saja. Tetapi juga perlu diperhatikan keseimbangan proporsinya, tidak berlebihan, berjumlah cukup dan dilakukan secara teratur. Karena itu proporsi pola makan ini harus diperhatikan sesuai dengan kebutuhan yang semestinya. Misakan pada saat ini di anjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak sayur mayur dan buah-buahan dibandingkan anjuran sebelumnya. Termasuk juga dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula, garam dan lemak hewani yang berlebih. Bahkan konsumsi air secara cukup juga telah dimasukkan dalam proporsi gizi seimbang karena pentingnya air dalam metabolisme dan mencegah dehidrasi.

 

  1. Membiasakan perilaku hidup bersih

Perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip Gizi Seimbang. Hal ini dikarenakan perilaku hidup bersih akan menghindarkan seseorang dari keterpapar terhadap sumber infeksi. Sementara seseorang yang menderita penyakit infeksi akan menurunkan nafsu makan sehingga jumlah gizi yang masuk ke dalam tubuh berkurang. Sementara orang yang terkena infeksi justru membutuhkan asupan gizi yang lebih banyak untuk memenuhi peningkatan metabolisme. Misalkan pada penderita diare.

Perilaku hidup bersih dapat dilakukan dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun dalam air yang mengalir sebelum menyiapkan makanan dan minumam atau sebelum memberikan ASI. Bisa juga dilakukan dengan menutup makanan  dengan tudung saji. Dan sebagainya.

 

  1. Melakukan aktivitas fisik

Olahraga merupakan salah satu upaya untuk menyeimbangkan antara pemasukan atau pengeluaran zat gizi yang umumnya merupakan sumber energi. Selain itu juga, aktifitas fisik memperlancar sistem metabolisme.

Olahraga juga berguna untuk membakar zat-zat yang berlebih semacam lemak berlebih, trigliserida berlebih dan lain-lain.

 

  1. Mempertahankan dan memantau Berat Badan normal.

Berat badan ideal merupakan salah satu indikator yang menunjukkan terjadinya keseimbangan zat gizi dalam tubuh. Berat Badan  Normal adalah Berat Badan yang sesuai dengan Tinggi Badan. Indikator tersebut disebut dengan Indeks Masa Tubuh (IMT). Karenanya pemantauan Berat Badan adalah bagian dari pola hidup dengan Gizi Seimbang, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB. Dan apa bila terjadi penyimpangan, dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.

Selain 4 pilar ini, dalam Pedoman Gizi Seimbang ini terdapa 10 pesan umum yang berlaku untuk masyarakat umum dalam kondisi sehat.

Sepuluh pesan itu adalah:

  1. Syukuri dan nikmati keanekaragamaan makanan
  2. Banyak makan sayuran dan cukuplah makan buah-buahan
  3. Biasakan makan lauk-pauk dengan kadar protein yang tinggi
  4. Biasakan mengkonsumsi aneka ragam makanan pokok
  5. Batasi konsumsi panganan manis, asin dan berlemak
  6. Biasakan sarapan
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
  8. Biasakan membaca label pada produk kemasan
  9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
  10. Lakukan aktifitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal.

Intinya hidup sehat dan mengontrol pola makan adalah suatu hal yang niscaya sedemikian sehingga kualitas kehidupan kita menjadi lebih baik.

Salam Sehat!

2 tanggapan untuk “Ternyata Empat Sehat Lima Sempurna Sudah Tidak Berlaku Lagi

  • September 10, 2019 pada 8:13 am
    Permalink

    kalo meja makan kayak di gambar itu aku malah bingung mau makan yg mana? banyak amat. susah juga abis itu ngurusinnya, dianget2in, disimpan di kulkas. eh komen apa sih!

    Balas
  • September 11, 2019 pada 11:02 pm
    Permalink

    Iya sekarang udah diganti dengan istilah Gizi Seimbang ya Bang

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas