Lewat ke baris perkakas

Ternyata Seperti Inilah Syiah

Syiah muncul benihnya pertama kali pada peristiwa Ghadir. Peristiwa Ghadir adalah peristiwa pada saat Haji Wada. Dimana menurut pemahaman Syiah Nabi SAW bersabda “Barang siapa yang menganggap aku sebagai maulanya, maka Ali adalah maulanya juga”. Hadist ini yang menjadi Hujjah kaum Syiah menolak kepemimpinan Abu Bakar, Umar dan Usman

Kemudian, yang juga menjadi hujjah kaum Syiah juga penolakan Umar bin Khatab terhadap wasiat Nabi. Kaum Syiah beranggapan pelarangan Umar ketika Nabi akan memberi wasiat karena Umar (klaim mereka) tahu bahwa Nabi akan mewariskan kepemimpinannya kepada Ali.  Padahal kamu Sunni menganggap penolakan Umar terhadap wasiat Nabi adalah karena Umar tidak rela dengan kematian Nabi.

Fyi, ternyata makam Abu Lu’luah masih dipelihara makamnya oleh orang Syiah

Syiah ada beberapa sekte. Diantaranya adalah Zaidiyyah. Ini adalah sekte yang paling dekat dengan Sunni.

Kemudian ada sekte Batiniyyah yang sempat berkuasa menjadi Daulah Fathimiyah di Mesir.

Dan Syiah Ghulat yang menuhankan Ali dan didirikan  oleh Abdullah bin Saba.

Sementara Syiah yang berada di Indonesia adalah dari Sekte Itsna Asy’ariyyah atau Syiah 12 Imam.

Apakah ada sekte Rafidhoh di Syiah dan bagaimana golongan ini dlm syiah? Kejam kah mereka atau golongan yang sangat berutal dari golongan syiah yg lain.

Ada. Disebut Rafidhah karena menolak kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Usman. Dan sangat mengagungkan Ali. Membenci Ibunda Aisyah, Abu Bakar, Umar Usman Muawiyah. Syiah umumnya Rafidhah                       

Golongan Syiah yang paling brutal adalah Golongan Hasysyasin/Assasin. Sekelompok pasukan pembunuh bayaran yang muncul pada akhir Dinasti Fatimiyah

Syiah 12 Imam adalah Syiah yang percaya adanya 12 Imam Maksum dari kalangan Ahlil Bait. Syiah 12 Imam adalah Syiah yang paling berpengaruh di dunia sekarang. Pasca Revolusi Iran.

Hasyasyin

Perbedaan antara Sunni dengan Syiah adalah jelas pada masalah Imamah.

Orang Syiah meyakini bahwa setelah Nabi SAW ada beberapa Imam Maksum dari kalangan Ahlul Bait yang menjadi penerusnya.

Keimanan mereka (Para Imam itu) telah ditetapkan oleh Allah. Maksudnya dijaga. Mereka adalah orang2 yang berhak atas kepemimpinan. Dan selain mereka dianggap perampas hak para Imam.

Sedangkan Ahlu Sunnah mencintai Ahlul Bait, tetapi tidak meyakini seperti apa yang diyakini Syiah. Ahlu sunnah mengakui kepemimpinan Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Rah.

Apakah ini perbedaan kecil?

Sebagian orang menganggap bahwa perbedaan Sunni Syiah adalah perbedaan kecil. Semacam perbedaan Mahzab. Padahal sebenarnya bagi Syiah tidaklah demikian

Menurut Ja’far Sobhani dalam Doctrines of Shi’i Islam menyebutkan bahwa masalah Imamah adalah merupakan based on divine revelation to the Prophet . Masalah Imamah merupakah dasar dari keimanan kepada Nabi

Sedang menurut Abdul Husayn Dastaghib Shirazi mengatakan bahwa meninggalkan Imamah adalah Dosa Besar.

Menurut Syaikh Mufid Ulama Syiah wafat 1022 menyebutkan bahwa Kaum Imamiyah sepakat siapa yang mengingkari Imamah walau 1 saja dari Imam dan menyangkal apa yang Allah wajibkan dari pada keharusan taat kepada Imam, maka dia adalah kafir, sesat dan layak untuk masuk neraka.

Kalangan Syiah sering menuduh sebagian kaum Sunni sebagai Takfiri. Walau ada juga seperti itu. Ingat hastag #SyiahbukanIslam.

Tetapi dalam ajaran Syiah sendiri mereka banyak berisi keyakinan-kayakinan takfiri seperti diatas. Sedangkan pada saat yang sama mereka menyembunyikan hal itu dan menampilkan wajah manis (Taqiyyah).  Sedangkan jelas dalam hati mereka menyembunyikan penyakit akutnya. Mereka sangat membenci Ahlu Sunnah.

Doa Sanam Quraisy adalah doa Syiah yang menunjukan kebencian mereka terhadap Abu Bakar dan Umar rah. Kedua sahabat mulia tersebut disebut sebagai berhala Quraisy

Tidak ada toleransi terhadap Syiah.

Pertanyaan berikutnya yang paling penting adalah bagaimana melawannya?

Pergerakan Syiah semakin gencar pasca Revolusi Iran. Di Indonesia pergerakan mereka dipelopori oleh Jalaluddin Rahmat, Haidar Bagir dan Muhsin Labib. Mereka menyebarkan paham Syiah, dengan menggunakan media dan kajian kajian Ilmiyah. Kang Jalal banyak menulis buku, sedangkan Haidar Bagir mendirikan penerbitan.

Bagaimana melawannya?

Secara fisik mereka tidak dapat dibedakan. Untuk membedakannya harus di ajak diskusi. Mereka berpakaian sama seperti kita, berpenampilan sama dengan kita. Tapi cara berpikirnya berbeda.

Melawan mereka dengan menampilkan muka masam, atau hawa permusuhan juga kurang bijaksana. Maka pemikiran harus dilawan dengan pemikiran

Kita perkokoh saudara kita dari ancaman Syiah. Dengan penguatan Ilmu. Kita pelajari tentang Syiah, Kristen, Yahudi dll, bukan untuk membenci ataupun juga mengikuti mereka. Tetapi untuk menjaga keimanan kita dan keluarga kita.

Mengapa sekarang Syiah cukup besar di Indonesia? Karena gerakan mereka adalah Ilmu. Kang Jalal menulis, Haidar Bagir mendirikan penerbitan? Sementara kita alergi dengan Diskusi Ilmiah.

Kajian-kajian yang ada adalah kajian-kajian yang menebar kebencian, bukan berdasarkan keilmuan.

Padahal dahulu Islam maju karena Ilmu.

Wallahu alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *