[Kajian 3 Prinsip Utama] Bagian 3 : Milat Ibrahim adalah Perintah Tauhid dan Larangan Syirik (2)

Milat Ibrahim adalah Perintah Tauhid dan Larangan Syirik

Matan

Ketahuilah saudaraku semoga Allah membimbingmu untuk taat kepada-Nya

Bahwa Islam yang merupakan tuntunan (Millah) Nabi Ibrahim as yang Hanif, adalah agama yang menyeru manusia agar beribadah kepada Allah semata dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh manusia dan hanya untuk itulah sebenarnya mereka diciptakan sebagaimana firman Allah

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzariaat 56)

Ibadah dalam ayat ini artinya tauhid. Dan perintah Allah yang paling agung adalah tauhid, yaitu memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata. Sedangkan larangan Allah paling besar adalah syirik, yaitu menyembah selain Allah di samping menyembah-Nya.

Firman Allah

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (QS An Nissa 36)

Syarah

Nabi Ibrahim adalah teladan Tauhid dengan ketaatan total yang sempurna, ketika datang perintah untuk menyembelih penyejuk pandangan dan permata jantungnya, maka dilaksanakannya dengan ikhlash.

Sehingga tidak layak Milah Ibrahim disematkan kepada agama yang tidak menauhidkan Allah seperti Yahudi dan Nashrani

Firman Allah

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (muslim) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS Ali Imran 67)

Perlu diluruskan konsep agama samawi yang dipelajari oleh anak-anak kita dibangku sekolah bahwa agama samawi atau agama langit adalah agama yang Allah turunkan itu ada tiga yaitu Yahudi, Kristen dan Islam. Sehingga ketiga agama itu adalah sama.

Hal ini mengacu kepada dasar pemikiran atau konsep Abrahamic Faith (Milah Ibrahim) yang dibawa oleh Syaikh Isa Nuruddin Ahmad Asy-Syazhili dan muridnya Syaikh Hoseein Nasr. Konsep ini mengatakan walaupun secara syariat ketiga agama tersebut memiliki tradisi dan cara beribadah yang berbeda-beda akan tetapi secara hakikat ketiga agama itu adalah sama karena sama-sama menyembah Allah.

Tentu pandangan itu merupakan pendangan yang tidak dapat diterima. Karena baik Yahudi, Kristen maupun Islam bukan hanya berbeda secara lahiriah. Tetapi secara subtansi juga tidak dapat dikatakan sama.

Bagaimana mungkin sebuah agama yang hanya mengesakan Allah sama dengan agama yang menganggap bahwa Allah itu memiliki anak? Tentu saja ini tidak sama.

Yahudi menuhankan Nabi Uzair AS dan Nasrani menuhankan Nabi Isa AS

Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (QS At Taubah ; 30)

Jadi jangan katakan bahwa Agama itu terbagi dua yaitu agama Sawawi dan agama Ardhi
Agama Samawi itu Islam, Kristen dan Yahudi. Sedangkan agama Ardhi itu Budha dan Hindu.

Agama Samawi itu hanya satu yaitu Islam

Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. (QS Ali Imran 19)

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS Ali Imran 85)

Inti dari Islam adalah ketundukan dan penerimaan terhadap syariat Allah. Karena Allah hakikatnya tidak memerintahkan apa-apa kepada manusia kecuali untuk beribadah dengan seikhlas-ikhlasnya Ibadah.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzariaat 56)

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”. (QS Al Bayyinah : 5)

4 thoughts on “[Kajian 3 Prinsip Utama] Bagian 3 : Milat Ibrahim adalah Perintah Tauhid dan Larangan Syirik (2)

  • Oktober 6, 2021 pada 7:25 pm
    Permalink

    Benar-benar jadi reminder untuk terus meningkatkan ketaqwaan pada Allah, menjalankan sebaik-baik ibadah dengan sepenuh ketaatan.

    Balas
  • Oktober 6, 2021 pada 10:13 pm
    Permalink

    Iya setahuku agama samawi islam ya.

    Aku baru tahu kalo ini seperti ini kak oemaoaran terkait agama samawi di sekolah-sekolah. Wah jika jadi salah kaprah kan bahaya ya

    Balas
  • Oktober 7, 2021 pada 10:04 am
    Permalink

    hmm saya dulu mikirnya kayak yang ditulis di atas yakni agama samawi itu Islam, Kristen dan Yahudi mengingat sama-sama dibawa oleh utusan Allah. Ternyata tidak tepat ya pemikiran seperti itu.

    Balas
  • Oktober 8, 2021 pada 3:40 pm
    Permalink

    aku dulu sempat nyampein bahwa Islam, Nasrani, dan Yahudi itu agama samawi. tapi maksudku punya kemiripan sejarah. yg menauhidkan Allah cuma Islam, agama yg dianut semua nabi. belakangan baca dan dengar org2 byk salah kaprah soal ini, malah dianggap ketiganya sama.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *